7 Fakta Unik Tentang Sosok Moeldoko yang Perlu Anda Ketahui

Penasaran dengan siapa sebenarnya sosok Moeldoko? Inilah saatnya mengenal lebih jauh sosok Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purnawirawan) yang dipercaya oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan ini.

Siapa sangka bocah lugu dan polos yang hidup serba kekurangan puluhan tahun silam itu kini berdiri gagah sebagai jendral berbintang? Tidak hanya itu, pria kelahiran Kediri, Jawa Timur, 8 Juli 1957 tersebut ternyata merupakan alumnus Akabri tahun 1981 dengan predikat terbaik sehingga berhak meraih penghargaan bergengsi Bintang Adhi Makayasa.


Tak kenal maka tak sayang. Berikut ini merupakan delapan fakta unik dan profil Moeloko yang perlu Anda ketahui:

  • Pekerja Keras Sejak Kecil

Ternyata Moeldoko pernah hidup susah di masa kecilnya. Dulu, orang tuanya serba kekurangan untuk membiayai anak-anaknya yang cukup banyak. Pendapatan orang tuanya pun tak menentu hingga membuat hidup keluarga ini serba kekurangan.

Moeldoko bercerita, saat menginjak sekolah dasar, gedung sekolahnya kerap dilanda banjir, sehingga ia harus berpindah ke pengungsian tiap kali air menggenangi tempatnya menimba ilmu.

Walaupun serba kekurangan, orang tuanya berharap anak-anaknya jadi orang berguna. Moeldoko kecil bisa dibilang termasuk anak yang cekatan dan pekerja keras. Bahkan, sejak kecil ia sudah bekerja mengangkut batu dan pasir dari kali setiap pulang sekolah.

  • Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purnawirawan)

Alkisah, pria kelahiran Kediri 60 tahun silam itu mengawali karier sebagai Komandan Peleton di Yonif Linud 700 Kodam VII/Wirabuana pada 1981. Nama Moeldoko kemudian melesat sejak menjabat Kasdam Jaya pada 2008.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko merupakan Panglima TNI pada 2013-2015. Moeldoko pun resmi menjabat sebagai Panglima TNI usai dilantik oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka pada 30 Agustus 2013 silam.

Pada saat itu, Panglima Moeldoko menggantikan Laksamana (TNI) Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun. Setelah dua tahun menjabat Panglima TNI, pada 14 Juli 2015, Moeldoko secara resmi menyerahkan jabatannya pada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.  

  • Banyak Menerima Penghargaan dan Tanda Jasa

Selama karier militernya, Moeldoko juga banyak memperoleh tanda jasa yaitu Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara Utama, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Dharma Santala, Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan XIV tahun, Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja, Satya Lencana Wira Dharma, dan Satya Widya Sista, serta banyak lagi.

  • Membangun Masjid dan Islamic Centre di Jombang

Tahun 2016 lalu, Moeldoko membangun sebuah masjid dan Islamic Centre di Desa Kayen, Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Rupanya Kecamatan Purwoasri, Kediri dan Jombang memang memiliki sejarah tersendiri bagi mantan Panglima TNI tersebut. Bagaimana tidak, Moeldoko dilahirkan di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri. Sedangkan Jombang adalah tempat Moeldoko bersekolah dan menghabiskan masa kecilnya. Dulu ia  bersekolah di SMPP Jombang yang sekarang menjadi SMA Negeri 2 Jombang.

Ia pun menjelaskan, lokasi Islamic Centre yang di dalamnya tersapat masjid mewah itu sengaja dipilih di kawasan Bandar Kedungmulyo. Lokasi tersebut jaraknya dekat Kecamatan, Purwoasri, Kabupaten Kediri dan juga dekat dengan Kota Jombang. Masing-masing jaraknya hanya 10 kilometer.

Moeldoko berharap masjid yang ia bangun di lahan dengan luas sekitar 3.260 meter persegi itu tidak hanya menjadi tempat beribadah, tapi juga untuk menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar masjid.

    • Kini Menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan

Kredibel dan berpengalaman. Itulah sebutan yang pantas untuk Moeldoko yang kini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Mantan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai KSP menggantikan Teten Masduki pada 17 Januari 2018 lalu. Pada dasarnya, pelantikan Moeldoko diresmikan menurut Surat Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Kepala Kantor Staf Presiden.

Moeldoko menegaskan bahwa ia siap melaksanakan tugasnya sebagai KSP secara profesional. Menurutnya, salah satu tugas KSP adalah menyelesaikan masalah yang terjadi dalam pelaksanaan program-program prioritas nasional, termasuk juga percepatan untuk pelaksanaannya.

Dengan menjabat sebagai KSP, Moeldoko akan mengkoordinasi lima deputi yakni deputi bidang pengelolaan dan pengendalian program prioritas nasional, deputi bidang kajian dan pengelolaan isu-isu sosial, ekologi dan budaya strategis, serta deputi bidang kajian dan pengelolaan isu-isu ekonomi strategis. Dua deputi lainnya adalah bidang komunikasi politik dan diseminasi informasi, dan deputi bidang kajian politik dan pengelolaan isu-isu hukum, pertahanan, keamanan dan HAM.

  • Juga menjabat sebagai ketua HKTI

Selain yang sudah disebutkan di atas, Moeldoko juga menjabat sebagai ketua umum (ketum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2017 hingga 2020. Pengukuhan Moeldoko dilaksakan pada pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HKTI tahun 2017 silam.  Terpilihnya Moeldoko karena ketum HKTI sebelumnya HKTI pimpinan Moeldoko ini merupakan HKTI versi musyawarah nasional periode 2010-2015 lalu yang dipimpin oleh Oesman Sapta Odang. Selama menjabat sebagai ketua HKTI, Moeldoko berharap bahwa HKTI bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam hal ketahanan pangan bagi rakyat dan pemerintah Indonesia. Harapan baru bagi rakyat bagaimana mewujudkan kesejahteraan, harapan pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan dalam rangka ketahanan pangan.

    • Pemilik PT Mobil Anak Bangsa

Menurut Moeldoko, Mobil Anak Bangsa merupakan kebanggaan Indonesia. Sebagai pemiliknya, ia berencana memberikan 5% saham PT Mobil Anak Bangsa (PT. MAB) yang memproduksi Bus Listrik untuk anak Indonesia yang siap berkontribusi dalam mengembangkan teknologi di era modern saat ini.

Baiknya lagi, Moeldoko ingin kepemilikan MAB kedepannya adalah seluruh anak bangsa, bukan Moeldoko semata. Sebab, dirinya memiliki keyakinan bahwa MAB dapat menjadi kebanggaan nasional di masa depan.

Sedangkan untuk masalah pengembangan teknologi, Moeldoko menjelaskan bahwa ia sudah mengirimkan tim ke shanghai kurang lebih 12 kali untuk belajar di sana. Ditambah lagi, tim dari Cina sempat dikirim ke Indonesia kurang lebih 11 kali. Target jangka panjang Moeldoko adalah agar MAB dapat membangun baterai sendiri di Indonesia. Ia juga yakin realisasi baterai MAB tersebut tidak lama lagi sudah bisa berjalan.

Itulah beberapa fakta menarik tentang Moeldoko agar Anda dapat mengenal lebih dekat sosoknya. Moeldoko yakin bahwa Indonesia dapat tumbuh menjadi negara yang maju dan berkembang dari segala aspek.