Optimis merubah tantangan menjadi peluang

Hari ini dalam orasi ilmiah saya yang dihadiri sekitar 1.462 wisudawan dan wisudawati mengusung tema Peluang Indonesia di Revolusi Industri 4.0. Turut hadir Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof. Dr. Sholeh Hidayat, anggota senat dan guru besar Universitas Terbuka.

Revolusi industri 4.0 di ambang mata dan mendorong permasalahan serta peluang baru. Presiden jokowi dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan pentingnya bangsa ini menyiapkan generasi baru menyambut revolusi digital tersebut.

Pemerintah juga telah mengeluarkan peta jalan bagi industri Indonesia dengan memfokuskan lima sektor industri. Oleh karena kita juga harus manfaatkan peluang atau aset yang ada untuk memaksimalkan peluang.

Dalam menyikapi tantangan global tersebut, yang pertama perlu dilakukan adalah bagaimana mengeliminasi gangguan yang berpotensi menghambat kemajuan bangsa. Isu intoleransi harus segera diredam dengan merangkul perbedaan-perbedaan.

Siapkah Indonesia memanfaatkan peluang digitalisasi? Akankah kedaulatan bangsa terjaga? Apa yang perlu kita siapkan mulai hari ini? Yang dilakukan untuk menghadapi tantangan itu kolaborasi antara pemerintah-masyarakat-pelaku-usaha.

Sarana dan prasarana fisik yang dibangun oleh pemerintah sebagai aset pemersatu bangsa yang meningkatkan konektivitas antar wilayah di Indonesia. Pembangunan tersebut adalah bagian dari pembangunan peradaban.

Hingga tahun 2019, total infrastruktur yang dibangun berjumlah 12 proyek nasional dan 240 proyek daerah tersebar dari barat sampai ke timur. Hal ini bukti kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kita optimis merubah tantangan menjadi sebuah peluang. Jadikan keberagaman dan keunikan menjadi sebuah aset untuk kemajuan bangsa. Mari kita bekerja bersama untuk membangun bangsa ini agar lebih hebat lagi. Kita pasti bisa!