Budaya Jadi Kunci Perkuat Karakter Bangsa

JAKARTA– Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menerima Masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan, Selasa, 28 Agustus 2018. Masyarakat Adat Sunda Wiwitan akan menggelar Upacara Adat Seren Taun sebagai upaya merawat budaya dan tradisi yang tahun ini mengangkat tema, ‘Memperkuat Adat untuk Memperkokoh Karakter Bangsa’.

“Seren Taun merupakan bentuk rasa syukur masyarakat terutama di bidang pertanian menjelang tahun baru kalender Sunda yaitu 1952 Saka,” kata Dewi Kanti selaku Ketua Panitia AKUR Sunda Wiwitan.

Dalam Upacara Seren Taun, padi dijadikan sebagai objek utama yang dianggap sebagai lambing kemakmuran.

“Terdapat 26 jenis atau varietas padi lokal yang perlu dilestarikan,” kata salah satu panitia AKUR Sunda Wiwitan Oky Satrio.

Acara ini berlangsung dari tanggal 29 Agustus – 3 September 2018 di Cagar Budaya Nasional Paseban Tri Panca Tunggal, Kuningan, Jawa Barat. Panitia juga akan mengundang jaringan petani organik.

Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersedia untuk berbagi pengalamannya serta membina para petani dengan bibit unggul yang telah dikembangkan. Dengan masa penen yang cepat diharapkan bisa membantu kesejahteraan petani.

Dikatakan, saat ini ia telah mengembangkan bibit beras unggulan jenis M-70D degan masa panen selama 70 hari dan juga bibit beras unggulan jenis M-400 dengan masa panen sekitar 90 hari serta jenis lain yaitu M-600. Hasil panennya juga di atas rata-rata dibanding bibit varietas lainnya.

Moeldoko berpesan bahwa teknologi berperan penting dalam proses panen. “Beras produksi saya bukan beras organik, tetapi beras sehat. Tidak ada kandungan gluten, jadi saya beri nama beras anti gluten,” tambah Moeldoko.