Cerita Moeldoko Jadi Petani Usai Pensiun sebagai Panglima TNI

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjadi keynote speaker pada seminar nasional 'Indonesia Maju Tanpa Hoax' yang diprakarsai Gerakan Indonesia Optimis (GINDO). Pada kesempatan itu, ia bercerita kepada sekitar 2.000 mahasiswa mengapa mereka harus memiliki semangat optimisme dan terus berinovasi.

Moeldoko menuturkan bahwa saat ia selesai menjabat sebagai Panglima TNI, ia membuat suatu inovasi untuk terjun ke dunia pertanian. Keluarganya pun sempat mempertanyakan keputusannya itu."Ah masa lulusan jenderal jadi petani? Saya sudah tentukan garis hidup saya di pertanian. Tapi maaf, saya jadi petani tidak hanya cari duit. Saya hadir karena ingin merubah mindset dan metode pertanian," ujar Moeldoko di Balai Prajurit Jenderal M. Jusuf, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/4).Moeldoko yang juga merupakan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) kemudian bercerita saat ia memperkenalkan benih padi unggul M70D dan M400 kepada petani."Akhirnya saya menemukan yang namanya benih padi M70D. 70 hari padi sudah bisa dipanen. Riset saya 6,5 ton dan riset sudah mendekati 8 ton," ungkap Moeldoko.

"Dan (benih padi) M400. Itu hasilnya rata-rata 9 ton dan bahkan melewati 10 ton. Itu inovasi yang pertama dan sudah disertifikasi oleh Kementerian Pertanian," lanjut dia.Tidak hanya itu, ia juga mencoba mengembangkan pupuk organik agar ekosistem pertanian juga lebih baik dan terjaga. Setelah berhasil mengembangkan benih padi, ia kemudian berlanjut mengembangkan bibit jagung dan sudah menunjukkan hasil yang bagus.Tidak puas di bidang pertanian, Moeldoko juga mengembangkan inovasinya di bidang transportasi. Seperti yang diketahui, pria berusia 60 tahun ini telah meluncurkan mobil listrik dengan merek Mobil Anak Bangsa."Mobil listrik saya sudah prototipe kedua. Dengan mobil listrik, lingkungan jadi bersih dan tidak polusi lagi," kata Moeldoko sambil tersenyum.Di akhir, Moeldoko memberikan tantangan kepada anak muda dengan menyiapkan 5 persen bagi mereka untuk bisa berkontribusi mengembangkan mobil listrik buatannya."Saya tantang kalian semua, saya telah menyiapkan saham lima persen untuk anak Indonesia yang bisa berikan kontribusi dan pengembangan mobil listrik ke depan. Mereka akan masuk 5 persen itu," pungkasnya.