Tentang Moeldoko

Tak kenal maka tak sayang. Jenderal TNI Purnanwirawan Dr. Moeldoko, S.IP. merupakan tokoh militer Indonesia kelahiran Kediri, Jawa Timur, 8 Juli 1957. Sejak 17 Januari 2018 lalu, ia ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia.

Sebagai kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko bertanggung jawab untuk memastikan bahwa program-program prioritas nasional dilaksanakan sesuai visi dan misi Presiden. Selain melakukan pengendalian, ia juga melaksanakan fungsi menyelesaikan masalah secara komprehensif terhadap program-program prioritas nasional yang dalam pelaksanaannya mengalami hambatan. Termasuk percepatan atas pelaksanaan program-program prioritas nasional.

Tugas lain dari Moeldoko sebagai kepala Staf Kepresidenan adalah bertanggungjawab atas pengelolaan isu-isu strategis, termasuk penyampaian analisis data dan informasi strategis dalam rangka mendukung proses pengambilan keputusan dan pengelolaan strategi komunikasi politik dan diseminasi informasi yang harus dilakukan.

Masa Kecil Moeldoko

Moeldoko lahir sebagai anak bungsu 12 bersaudara dari pasangan suami istri Moestaman dan Hj Masfuah. Moeldoko berasal dari keluarga yang tidak punya, dan ia pernah hidup susah di kampungnya yang jauh dari perkotaan. Sejak kecil Moeldoko selalu bekerja keras. Bahkan, ia nyaris tak pernah melipat jemari tangannya karena bekerja tiada henti. Mulai dari mengerjakan proyek pembangunan desa, hingga menyediakan pasir dan batu yang diangkut dari pinggir kali setiap hari seusai pulang sekolah.

Semua itu ia lakukan untuk membantu menopang kebutuhan keluarganya. Pernah hidup susah tidak membuat Moeldoko putus asa. Nyatanya, ia terus membuktikan tekad dan prestasi yang membanggakan.

Menjadi Panglima TNI Purnawirawan

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala KSP, Moeldoko merupakan Panglima TNI pada 2013-2015. Moeldoko resmi menjabat sebagai Panglima TNI setelah dilantik mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Merdeka pada 30 Agustus 2013.

Kala itu, Moeldoko menggantikan Laksamana (TNI) Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun. Setelah dua tahun menjabat Panglima TNI, lalu pada 14 Juli 2015, Moeldoko secara resmi menyerahkan jabatannya pada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Moeldoko merupakan perwira penerima Bintang Adimakayasa sebagai lulusan terbaik Akabri tahun 1981.

Pria kelahiran Kediri, 8 Juli 1957 itu mengawali karier sebagai Komandan Peleton di Yonif Linud 700 Kodam VII/Wirabuana pada 1981. Nama Moeldoko kemudian melesat sejak menjabat Kasdam Jaya pada 2008.

Memperoleh Berbagai Penghargaan dan Tanda Jasa

Selama karier militernya, Moeldoko banyak memperoleh berbagai penghargaan dan tanda jasa. Operasi militer yang pernah diikuti antara lain Operasi Seroja Timor-Timur tahun 1984 dan Konga Garuda XI/A tahun 1995. Ia juga pernah mendapat penugasan di Selandia Baru (1983 dan 1987), Singapura dan Jepang (1991), Irak-Kuwait (1992), Amerika Serikat, dan Kanada.

Pada 20 Mei 2013 hingga 30 Agustus 2013, Moeldoko menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Puncak karier militernya menjadi Panglima TNI sejak 30 Agustus 2013 hingga 8 Juli 2015.

Di Bidang pendidikan pun Moeldoko tidak ketinggalan, pada 15 Januari 2014, Moeldoko meraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia, dengan disertasinya berjudul "Kebijakan dan Scenario Planning Pengelolaan Kawasan Perbatasan di Indonesia (Studi Kasus Perbatasan Darat di Kalimantan)". 

Tak hanya itu, Moeldoko juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk periode 2017-2020.

Dengan tekad, pengalaman, dan jiwa kepemimpinan yang baik, Moeldoko siap melayani masyarakat Indonesia dari segala penjuru, serta membangun Tanah Air yang lebih maju.

Moeldoko, masa kecil dan kehidupan agama

Kala masih aktif menjadi Panglima TNI, Moeldoko mendirikan masjid megah ber-arsitektur Turki, Masjid Dr H. Moeldoko di kota tempat ia menghabiskan masa mudanya, Jombang.
Masjid yang berada dalam kompleks Islamic Center itu berlokasi di perbatasan Jombang dan Kediri, tepatnya di Jalan Raya Desa Kayen Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang. Masjid ini diresmikan pada 1 Juni 2016, lebih cepat dari peresmian Islamic Centre Dr H Moeldoko yang baru diresmikan pada 6 Juni 2016.

Masjid ini dilengkapi fasilitas pendidikan dan sosial seperti panti asuhan, madrasah, gedung TKA Dharma Wanita, Taman Pendidikan Al Qur'an. Moeldoko juga mendirikan M Foundation, sebuah yayasan sosial yang memiliki fokus kegiatan sosial dalam hal memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak yatim hingga jenjang perguruan tinggi. Bantuan pendidikan M Foundation diberikan dengan persyaratan siswa akan diseleksi dan dievaluasi prestasi belajarnya secara berkala. Moeldoko ingin agar anak-anak yang dibantu M Foundation ini menjadi manusia Indonesia yang lengkap seutuhnya, hablum minan-nas pun juga hablum minallah.

Moeldoko Wikipedia